Perumpamaan "Menabur Benih"
Dalam perumpaan menabur benih di
4(empat) jenis tanah yang berbeda ;
1. Menabur benih di tanah pingggiran jalan,
Sudah tentu tanah di pinggir jalan bertekstur
sangat keras dan padat, karena sering dilalui oleh orang-orang. Apakah yang
terjadi dengan benih yang ditabur di tanah itu?
Walaupun dengan usaha yang sangat keras, benih-benih itu
tidak akan mampu untuk menembus tanah tersebut. Akhirnya benih-benih itu mengering
dan akhirnya mati sebelum sempat bertunas.
2. Menabur benih di tanah berbatu,
Benih-benih itu memang akan tumbuh dan bertunas, tapi itu
tidak untuk waktu yang lama. Karena akar-akar benih itu hanya mampu mengikat
dan mengambil nutrisi dari lapisan tanah yang tipis. Seiring waktu, benih itu
akan kering dan mati dengan sendirinya karena tidak mampu bertahan hidup dengan
lapisan tanah yang berbatu.
3. Menabur benih di tanah yang semak berduri,
Benih-benih akan tumbuh, tapi dengan penuh penderitaan. Berjuang
untuk hidup diantara semak berduri, pasti tidak akan bertahan lama. Benih itu
akan mati berlahan, dihimpit ditimpah dan dibelit semak berduri itu.
4. Menabur benih ditanah yang subur,
Pasti benih-benih itu akan bertunas, tumbuh dan berkembang
secara baik. Pada akhirnya benih-benih itu akan menghasilkan yang tuaian
terbaik dengan hasil melimpah dan berlipat ganda.
Filosopi apa yang
bisa kita ambil dari perumpaan diatas?
Mari kita renungkan sejenak…..
Apabila 4(empat) jenis tanah yang di umpamakan diatas
adalah jiwa dan hati kita, dan
benih-benih yang ditabur adalah segala hal kebaikan
dan kebajikan.
Di jenis tanah yang mana kah hati kita??? Hanya hati kecil
kitalah yang mampu menjawabnya.